9 Tips Penyelamat Karir dari Atasan Toxic Bikin Auto Berkembang dan Bertahan

9 Tips Penyelamat Karir dari Atasan Toxic Bikin Auto Berkembang dan Bertahan

Tantangan dalam dunia kerja pasti dialami semua orang, baik atasan maupun karyawan di dalamnya. Pastinya beban dan tanggung jawab juga berbeda. Beban seorang karyawan adalah menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan baik sesuai deadline yang diberikan, terkadang beban pekerjaan yang ditanggung sangat banyak dan tidak sesuai dengan perjanjian awal kerja bahkan banyak juga yang mendapatkan atasan toxic hingga membuat karyawan tidak tahan dan terpikir untuk resign. Ya! Itulah yang sering kali menjadi masalah dan sering kali diperbincangkan.

Namun, bukan berarti jika sudah menjadi atasan tidak mempunyai beban dan tanggung jawab. Justru, beban dan tanggung jawab seorang atasan yang merupakan owner sebuah perusahaan sangatlah besar. Beliau harus memastikan bisnis berjalan lancar sehingga dapat menutup pengeluaran maupun biaya yang dibutuhkan, termasuk membayar gaji karyawan. Maka seribu satu jalan pasti akan ditempuh untuk mendapatkan keuntungan perusahaan. Kesulitan dan tantangan pasti dihadapi setiap hari, pastinya lebih kompleks dan lebih banyak, maka seringkali emosi meledak akibat banyaknya permasalahan yang muncul.

Penyebab adanya Atasan Toxic

Penyebab adanya Atasan Toxic

Istilah toxic digunakan untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya menghadirkan dan menciptakan budaya kerja yang lebih sehat dan suportif. Pada dasarnya, istilah “Atasan Toxic” muncul karena dipahami dan ditemukan adanya pemimpin di tempat kerja yang perilakunya berdampak negatif pada produktivitas, kebahagiaan, dan kesejahteraan karyawan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis perilaku “Toxic“, seperti tempramental, penindasan, manipulasi, kurangnya dukungan, ketidakadilan, dan perilaku destruktif lainnya yang dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

Penting untuk diingat bahwa konsep “Atasan Toxic” berfokus pada perilaku, bukan  karakteristik pribadi seseorang. Artinya, seseorang mungkin memiliki karakteristik positif dalam kehidupan pribadinya, namun memiliki sisi atau perilaku merugikan ketika mengambil peran kepemimpinan di lingkungan kerja. Oleh karena itu mulai pahami ciri-ciri atasan toxic agar Anda tahu menghadapinya, berikut ciri – cirinya:

Cir-ciri Atasan Toxic

Cir-ciri Atasan Toxic

Memahami ciri-ciri atasan toxic langkah penting dalam menjaga kenyamanan dan kesejahteraan di tempat kerja. Atasan toxic dapat menurunkan motivasi, mempengaruhi kesehatan mental, dan produktivitas karyawan. Dengan mengidentifikasi dan memahami tanda-tanda seperti sikap egois yang tinggi, ketidakstabilan emosial, intimidasi, manupulasi, dan tidak konsisten, karyawan dapat mengambil langkah untuk melindungi diri mereka sendiri dan menemukan solusi yang tepat. Memahami karakteristik atasan yang toxic juga membantu perusahaan mengidentifikasi masalah internal yang perlu diatasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan nyaman.

Ego yang tinggi

Mereka cenderung mempunyai ego yang tinggi dan cenderung merasa lebih unggul dibanding para karyawannya dan biasanya kesulitan menerima kritik atau komentar dari bawahan.

Ketidakstabilan emosional

Mereka dapat mengalami perubahan emosi secara tiba – tiba, mulai dari marah yang meledak – ledak hingga sikap yang sangat lembut dan ramah. Hal ini menimbulkan rasa tidak aman dan kecemasan bagi karyawan.

Intimidasi

Mereka sering menggunakan intimidasi, ancaman atau hinaan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dari karyawan. Hal seperti ini menciptakan lingkungan kerja yang berbahaya dan penuh tekanan.

Manipulasi

Mereka sering menggunakan taktik manipulatif untuk mengendalikan situasi. Hal ini termasuk memutarbalikkan fakta, memanipulasi informasi, atau membuat karyawan saling bermusuhan.

Tidak Konsisten

Atasan toxic sering kali tidak konsisten dalam mengambil keputusan atau mengubah arah tanpa alasan yang jelas. Ketidakstabilan ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan karyawan, yang dapat mempengaruhi produktivitas dan motivasi mereka.

9 Tips Penyelamat Karir dari Atasan Toxic

9 Tips Penyelamat Karir dari Atasan Toxic

Lalu, gimana sikap kita sebagai karyawan dalam menghadapi atasan toxic? Apakah kita menyerah dan langsung mengajukan resign? Pikirkan matang – matang sebelum mengambil keputusan untuk resign karena tersulut emosi sesaat, kenapa? Karena, mendapatkan pekerjaan sangatlah sulit saat ini, dimana banyak sekali jobseeker yang berjuang untuk mencari kerja dan siap menggantikan tempat Anda dalam waktu cepat. Dan, alasan yang paling utama adalah semua atasan pasti sama, dikala emosi melanda, semua karyawan pasti kena dampaknya.

Perhatikan tabiat dan karakternya

Setiap orang mempunyai talenta, kemampuan, kebiasaan, tabiat dan karakter yang berbeda – beda. Perhatikan kebiasaan, tabiat dan karakter atasan agar Anda dapat mengikuti keinginan dan mencapai bahkan melebihi penilaian / ekspektasinya.

Perhatikan ekspresi dan situasi

Ekspresi wajah akan mencerminkan suasana hati atau emosi seseorang, tidak terkecuali sang atasan. Perhatikan ekspresi atasan sewaktu Ia datang atau mencari tahu suasana hatinya melalui sekretaris atau asistennya. Jika terlihat marah atau dalam kondisi tidak enak, janganlah Anda membuat onar, kebisingan, atau kesalahan sepele yang dapat memicu emosinya meledak. Bekerjalah seperti biasanya, kurangi interaksi langsung dengannya. Pandai membaca situasi akan membantu Anda dalam bersikap.

Jaga Profesionalisme Kerja

Apapun kondisi dan situasi yang Anda hadapi, tetap jaga sikap profesionalisme kerja Anda. Tetap bekerja seperti biasa dan selesaikan pekerjaan dengan baik sebelum tenggat waktu, hal ini pasti sangat mempengaruhi penilaian kinerja dan kepercayaan atasan kepadamu. Bawa catatan saat meeting atau diskusi dengan atasan, biarkan atasan melihat jika Anda mencatat semua perintahnya.

Semua ini untuk meminimalkan kesalahan akibat lupa maupun sebagai bukti jika terjadi masalah di kemudian hari. Pastikan Anda juga tetap bekerja dan menjaga sikap profesionalisme walaupun atasan sedang tidak di kantor. Sekarang ini teknologi sudah semakin canggih, sehingga atasan tidak akan kesulitan memantau aktivitas di kantor. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaannya pada Anda .

Baca juga : Saat Pulang Kerja Kamu Tim ‘Lembur’ atau ‘Teng-go’?

Jangan langsung katakan “tidak” sebelum Anda mencoba dan mempelajarinya

Semakin atasan mempercayai Anda, akan semakin banyak pekerjaan yang dilimpahkan kepada Anda. Jika Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, besar kemungkinan untuk kenaikan gaji maupun jabatan sudah di tanganmu. Terkadang atasan suka memberikan pekerjaan yang belum pernah Anda kerjakan sebelumnya. Ingat! jangan langsung menolak. Bagaimanapun ego atasan harus Anda jaga. Utarakan jika Anda belum pernah mengerjakan tugas tersebut, minta waktu untuk belajar dan Anda akan berusaha untuk mengerjakan sebaiknya.

Jaga komunikasi dua arah tetap baik

Komunikasi dengan Atasan harus terjaga dengan baik. Jika Anda berpapasan dengannya, sapalah dengan sopan. Jika Anda kurang mengerti pekerjaan yang diberikan, dapat bertanya kepadanya, jangan sungkan atau menghindar. Lebih baik bertanya daripada salah mengerjakan, buang waktu, buang energi dan akhirnya salah dan kena marah kan?!

Hindari konflik sebisa mungkin

Bagaimanapun, atasan tidak pernah salah bukan?! Walaupun bukan Anda yang salah atau Anda tidak memicu konflik sekalipun, tetaplah redam emosi dan bersikap profesional dalam bekerja. Janganlah bergosip dengan kolegamu. Anda tidak akan pernah tahu jika ada yang mengadu domba dengan atasan, malah Anda akan mendapatkan masalah yang lebih besar.

Kerjasama dengan kolega / tim harus lebih baik

Umumnya, jika semua karyawan menghadapi atasan yang sama, pasti hubungan sesama karyawan akan lebih erat. Cobalah diskusi dengan karyawan senior bagaimana cara terbaik menghadapi atasan toxic seperti itu. Sebisa mungkin, masalah dapat segera diselesaikan tanpa harus diketahui oleh atasan. Pastikan sesama kolega dalam team Anda mengerjakan tugasnya dengan baik agar meminimalkan masalah yang dapat terjadi. Dukunglah kolega / anggota team jika kena marah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama bahkan dapat berkembang lebih baik di kemudian hari.

Intropeksi Diri

Jika Anda terus menerus kena marah, cobalah intropeksi diri Anda. Identifikasi kesalahan Anda dan pastikan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Cobalah minta saran dari karyawan senior, kolega ataupun HRD. Kembangkan inisiatif dan jadilah satu langkah di depannya.

Komunikasikan kepada HRD

Ini merupakan langkah terakhir yang dapat Anda ambil. Kumpulkan bukti dan saksi jika atasan melakukan tindakan bullying sehingga banyak karyawan yang tidak dapat bekerja maksimal. Jika HRD pun sudah tidak bisa melakukan apapun, segeralah cari pekerjaan baru.

Snap Careers akan membantu menemukan perusahaan lain untuk pengembangan karir Anda. Banyak loker terkini dan sistem user friendly sangat mempermudah langkah Anda untuk menemukan pekerjaan yang sesuai.

Kesimpulan

Benar adanya jika dunia kerja yang seringkali penuh  tantangan, salah satu tantangannya yaitu memiliki atasan toxic, biasanya ini menjadi tantangan terberat dalam perjalan karir seseorang. Namun, dengan pola pikir pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang berkelanjutan, serta  menerapkan sembilan tips yang telah dipaparkan di atas, Anda dapat menghadapinya dengan percaya diri. Mengenali tanda – tandanya, mengembangkan pertahanan yang kuat, dan menemukan dukungan yang tepat adalah langkah penting dalam melindungi karir Anda dari dampak negatif atasan toxic tersebut. Ingatlah bahwa Anda berhak bekerja di lingkungan yang sehat dan mendukung. Dengan tekad untuk terus berkembang dan menjaga integritas, Anda pasti dapat menyelamatkan karier  dan mencapai potensi penuh, bahkan di bawah bayang – bayang Atasan toxic yang beracun. Sukses selalu!

Pernyataan : Artikel yang disajikan Snap Careers bertujuan untuk memberikan informasi umum tentang dunia kerja. Isi artikel hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi perusahaan. Pembaca dihimbau untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan berkonsultasi dengan sumber terpercaya untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dan bervariasi mengenai topik dan pembahasan yang terdapat dalam artikel.

Social Media Marketing | + posts

Hello my name is Binar, I'm graduated in Industrial & Organizational Psychology. I'm currently learning about Social Media Marketing and Copywriting. and I kinda loved that!

Hopefully through this blog. We can share and learn together✨🚀

Scroll to Top