Bayangkan Anda sedang aktif melamar kerja. Tiba-tiba seseorang yang mengaku HRD mengirim pesan berisi tawaran gaji menarik, lalu meminta biaya administrasi agar proses seleksi bisa dilanjutkan.
Kasus seperti ini nyata dan jumlahnya tidak sedikit. Menurut data Satgas PASTI yang dilaporkan Kontan, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 23.910 laporan penipuan kerja sejak 22 November 2024 sampai 31 Mei 2026.
Pemerintah juga mulai bergerak lebih aktif. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama BP2MI menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif pada periode Januari sampai Agustus 2026.
Penipu memanfaatkan ketatnya persaingan kerja. Menurut Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen dari angkatan kerja yang mencapai 154,91 juta orang.
Sebuah penelitian di jurnal Production and Operations Management menyebut bahwa lemahnya pengawasan platform rekrutmen digital dan tingginya keinginan pencari kerja untuk mendapat tawaran membuat penipu lebih mudah beraksi. Artinya, rasa mendesak saat mencari kerja memang sering dimanfaatkan.
Baca juga: Kenapa Susah Dapat Kerja? Ini Cara Mendapatkan Pekerjaan yang Lebih Efektif
Agar Anda tidak menjadi korban, artikel ini membahas ciri-ciri lowongan kerja palsu, modus yang sedang marak, cara mengeceknya, serta langkah yang perlu dilakukan jika sudah telanjur mengirim uang atau data pribadi.
Apa Itu Lowongan Kerja Palsu?

Lowongan kerja palsu adalah tawaran pekerjaan yang dibuat untuk mengambil uang atau data pribadi pelamar, bukan untuk benar-benar merekrut karyawan. Penipu biasanya menyamar sebagai perusahaan atau HRD yang tampak resmi.
Menurut kajian Centre for Justice Queensland University of Technology yang menganalisis data penipuan kerja di Australia, penipuan rekrutmen memakai kedok peluang kerja untuk membuat korban membayar biaya atau membagikan informasi sensitif seperti data rekening dan dokumen identitas.
Prinsip yang sama berlaku dalam praktik rekrutmen yang adil. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan bahwa pekerja dan pencari kerja tidak seharusnya dibebani biaya rekrutmen maupun biaya terkait. Pedoman ini bersifat tidak mengikat, tetapi menjadi acuan internasional.
Di Indonesia, Kemnaker menegaskan hal serupa. Menurut Kepala Biro Humas Kemnaker, pungutan biaya dalam proses rekrutmen hampir pasti merupakan modus penipuan.
Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua tanda memiliki bobot yang sama. Agar lebih mudah dikenali, ciri-ciri berikut dibagi menjadi tanda bahaya kuat dan tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Tanda Bahaya Kuat yang Sebaiknya Langsung Dihentikan
Jika salah satu hal berikut terjadi, hentikan komunikasi dan jangan mengirim apa pun.
- Meminta biaya. Biaya administrasi, pelatihan, seragam, pemeriksaan, atau akomodasi sebagai syarat untuk lanjut ke tahap berikutnya. Sekretaris Jenderal Kemnaker menyebut permintaan biaya administrasi, pelatihan, atau akomodasi sebagai salah satu ciri penipuan lowongan kerja.
- Meminta kode one-time password (OTP), PIN, atau kata sandi. Perekrut yang sah tidak membutuhkan kode ini untuk memproses lamaran Anda.
- Meminta Anda membeli perlengkapan. Misalnya laptop, paket kerja, atau alat tertentu dengan janji biayanya akan diganti.
- Meminta setoran uang untuk membuka komisi. Pola ini umum pada pekerjaan berbasis tugas yang dijelaskan di bagian modus.
- Meminta transfer ke rekening atau dompet digital pribadi. Perusahaan resmi tidak memproses pembayaran rekrutmen melalui rekening perorangan.
- Meminta Anda mengunduh aplikasi atau membuka link asing. Terutama jika alasannya tidak jelas atau disertai tekanan waktu.
Tanda yang Perlu Diperiksa Lebih Lanjut
Tanda di tabel berikut belum tentu berarti penipuan jika berdiri sendiri. Namun, semakin banyak yang muncul bersamaan, semakin besar alasan untuk berhenti dan memeriksa ulang.
| Tanda | Mengapa perlu waspada | Cara memeriksa |
| Gaji terlalu tinggi untuk posisi dasar | Gaji besar sering dipakai sebagai umpan | Bandingkan dengan kisaran gaji posisi serupa |
| Deskripsi pekerjaan samar, misalnya hanya “staf kantor” | Lowongan palsu jarang memuat tugas dan kualifikasi yang rinci | Minta tugas, atasan langsung, dan lokasi kerja secara tertulis |
| Email memakai domain gratis atau ejaan domain mirip perusahaan | Penipu sering meniru nama perusahaan | Cocokkan domain dengan situs resmi perusahaan |
| Tawaran masuk padahal Anda tidak merasa melamar | Pesan massal tidak menyasar pelamar tertentu | Periksa riwayat lamaran Anda |
| Langsung dinyatakan diterima tanpa wawancara | Seleksi yang wajar umumnya memiliki tahapan | Tanyakan alur seleksi dan nama pewawancara |
| Anda ditekan untuk segera memutuskan | Tekanan waktu mengurangi kehati-hatian | Minta waktu dan konfirmasi ke perusahaan |
| Alamat kantor tidak jelas atau tidak sesuai | Alamat bisa berupa ruko kosong atau tempat sewa sementara | Cek alamat di peta dan hubungi kantor resmi |
| Data pribadi diminta terlalu dini, seperti KTP, NPWP, atau nomor rekening | Data dapat disalahgunakan untuk pinjaman atau penipuan lain | Tunda sampai identitas perusahaan jelas dan wawancara berjalan |
| Logo dan surat penawaran tampak meyakinkan | Dokumen digital mudah ditiru | Konfirmasi langsung kepada perusahaan |
Sebagai pembanding, BPS mencatat rata-rata upah buruh pada Februari 2026 sebesar Rp3,29 juta per bulan. Tawaran jauh di atas angka itu untuk pekerjaan tanpa kualifikasi yang jelas patut dipertanyakan.
Baca juga: 15 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia
Modus Penipuan Lowongan Kerja yang Sedang Marak

Penipuan lowongan kerja terus berkembang. Berikut beberapa modus yang paling perlu Anda kenali.
Mengatasnamakan Perusahaan Terkenal atau HRD Palsu
Menurut Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat, perekrut palsu mengaku berasal dari perusahaan yang dikenal dan menawarkan pekerjaan dari rumah seperti “online assessor”. Mereka menyebut gaji harian atau mingguan tanpa menjelaskan pekerjaannya.
Ada pula pola baru. Alih-alih meminta Anda mengeklik tautan, mereka meminta Anda membalas “YES” atau “INTERESTED” agar percakapan bisa berlanjut dan uang Anda bisa diminta kemudian.
Kemnaker juga pernah mengingatkan masyarakat mengenai penipuan yang mengatasnamakan perusahaan besar. Berikut gambaran pesan yang umum diterima korban.
“Selamat siang, kami dari HRD perusahaan ternama. Anda lolos seleksi awal dengan gaji Rp8 juta per bulan, kerja dari rumah. Mohon transfer Rp350.000 untuk biaya administrasi.”
Contoh di atas hanya ilustrasi. Namun, polanya sangat mirip dengan laporan di lapangan, yaitu gaji besar, tugas tidak jelas, dan permintaan uang.
Pekerjaan Berbasis Tugas dengan Janji Komisi
Task scam atau penipuan tugas dimulai dari pesan tak diminta yang menawarkan pekerjaan ringan seperti “optimasi” atau “product boosting“. Menurut FTC, penghasilan yang tampil di aplikasi hanyalah angka palsu.
Pelaku biasanya membayar sedikit di awal agar korban percaya. Setelah itu, korban diminta menyetor uang sendiri untuk membuka tugas berikutnya atau mencairkan komisi, dan uang tersebut hilang.
Jika Anda memang tertarik pada pekerjaan remote, pahami lebih dulu kebutuhan nyata dari posisi yang ditawarkan agar lebih mudah menilai kewajaran sebuah lowongan.
Baca juga: Kerja Remote Harus Bisa Bahasa Inggris? Ini Skill yang Dibutuhkan
Lowongan Kerja Luar Negeri Fiktif
Tawaran bekerja di luar negeri dengan gaji besar dan proses mudah juga kerap menjadi umpan. Jumlah iklan fiktif yang diturunkan pemerintah pada 2026 menunjukkan skalanya cukup besar.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan agar masyarakat memastikan informasi lowongan berasal dari kanal resmi sebelum memberikan data kepada pihak yang menawarkan pekerjaan.
Iklan di Media Sosial dan Wawancara di Lokasi Tertentu
Sebagian korban menemukan iklan di media sosial, lalu diminta datang ke suatu lokasi. Dalam kasus dugaan penipuan di Cakung, Jakarta Timur, ANTARA melaporkan seorang perempuan muda yang mencari kerja lewat Facebook mengalami kerugian Rp7 juta.
Kasus lain di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dilaporkan tvOnenews. Sejumlah pelamar mengaku diminta membayar uang seragam setelah tiba di lokasi.
Janji Jalur “Orang Dalam”
Modus ini tidak selalu tampil sebagai iklan. Pelaku mengaku dekat dengan pejabat atau pihak perusahaan, lalu meminta uang dalam jumlah besar agar korban bisa langsung bekerja.
Pada Oktober 2026, satujuang.com melaporkan dugaan kasus di Seluma, Bengkulu, dengan setoran korban Rp15 juta sampai Rp20 juta untuk janji pekerjaan di perkebunan sawit yang tidak terbukti. Perusahaan yang sah tidak menjual kursi pekerjaan kepada pelamar.
Cara Mengecek Lowongan Kerja Asli atau Palsu
Kemnaker meminta masyarakat memverifikasi informasi lowongan melalui situs resmi perusahaan, media sosial resmi, atau dengan menghubungi perusahaan secara langsung. Berikut langkah praktis yang bisa Anda ikuti.
- Cari nama perusahaan dan buka situs resminya sendiri. Jangan hanya mengandalkan tautan yang dikirim perekrut.
- Cocokkan posisi dengan kanal karier resmi perusahaan. Lowongan asli umumnya juga tampil di situs atau media sosial resmi perusahaan.
- Periksa alamat email pengirim. Perhatikan ejaan domain, dan ingat bahwa email yang tampak resmi pun tetap perlu dikonfirmasi.
- Hubungi perusahaan lewat kontak yang Anda temukan sendiri di situs resminya. Jangan memakai nomor yang hanya berasal dari pesan perekrut.
- Cari nama perusahaan, nama perekrut, atau nomor telepon bersama kata “penipuan”. Hasil pencarian yang bersih bukan jaminan aman karena penipu sering memakai identitas baru.
- Periksa lokasi kantor. Cocokkan alamat dengan peta dan sumber resmi, lalu beri tahu keluarga atau teman jika Anda akan datang untuk wawancara.
- Bandingkan gaji dan persyaratan. Posisi dasar dengan gaji berlipat-lipat dari rata-rata upah layak dicurigai.
- Periksa nomor rekening yang disebut. Anda dapat mengeceknya melalui layanan cekrekening.id, tetapi ingat bahwa Anda seharusnya tidak membayar apa pun untuk mendapat pekerjaan.
- Gunakan portal resmi pemerintah sebagai pembanding. Kemnaker menyediakan informasi lowongan melalui KarirHub.
Jika undangan wawancara dilakukan secara daring, pastikan juga tautan dan platform yang dipakai berasal dari akun perusahaan yang jelas. Persiapan wawancara daring yang baik membantu Anda lebih tenang menilai situasi.
Baca juga: 11 Hal Wajib Saat Interview Online agar Terlihat Profesional
Pencarian di internet hanyalah langkah awal. Perusahaan yang sah bisa ditiru, dan situs yang terlihat profesional belum tentu dapat dipercaya.
Apakah Lowongan Kerja lewat WhatsApp atau Email Pribadi Selalu Penipuan?
Tidak selalu. Sebagian perusahaan memang menghubungi kandidat lewat WhatsApp setelah lamaran masuk, sehingga penggunaan aplikasi pesan saja belum cukup untuk menyimpulkan sebuah lowongan palsu.
Namun, FTC menyarankan agar pesan lowongan yang tak diminta lewat pesan singkat, WhatsApp, atau Telegram diabaikan. Cara paling aman adalah memeriksa empat hal berikut.
- Apakah Anda memang pernah melamar ke perusahaan tersebut.
- Apakah identitas perekrut dapat dikonfirmasi ke perusahaan.
- Apakah posisi yang ditawarkan benar-benar ada di kanal resmi.
- Apakah proses meminta uang atau data sensitif secara tidak wajar.
Pesan massal tanpa konteks, gaji tidak masuk akal, dan permintaan deposit untuk komisi adalah tanda bahaya yang jelas. Jika salah satunya muncul, hentikan percakapan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Telanjur Menjadi Korban?
Jangan panik dan jangan menyalahkan diri sendiri. Penipuan rekrutmen menyasar siapa saja, dan tindakan cepat sangat membantu.
- Hentikan komunikasi dan jangan mengirim uang lagi. Pelaku sering meminta tambahan dengan berbagai alasan.
- Hubungi bank atau penyedia dompet digital Anda. Laporkan transaksi dan tanyakan langkah yang dapat dilakukan.
- Laporkan ke IASC. Menurut Satgas PASTI, korban penipuan transaksi keuangan dapat melapor melalui iasc.ojk.go.id untuk mendukung pemblokiran rekening pelaku. Informasi tambahan dapat ditanyakan ke Kontak OJK di nomor 157.
- Laporkan ke Kemnaker. Kemnaker menyediakan kanal pengaduan dan layanan hotline 1500630, serta mengajak masyarakat melapor ke kepolisian karena penipuan adalah tindak pidana.
- Ubah kata sandi akun yang pernah Anda bagikan. Aktifkan verifikasi dua langkah jika tersedia.
- Hubungi penyedia layanan resmi jika sempat membagikan OTP atau PIN. Gunakan kanal resmi mereka, bukan nomor dari pelaku.
- Waspadai penyalahgunaan identitas jika sudah membagikan KTP. Pantau pesan, tagihan, atau pinjaman yang tidak Anda ajukan.
- Simpan semua bukti. Percakapan, nomor telepon, alamat email, tautan, dokumen, bukti transfer, dan screenshot iklan.
- Jangan membayar pihak yang menjanjikan uang kembali dengan biaya di muka. Itu sering kali penipuan lanjutan.
Satgas PASTI juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap situs yang mengatasnamakan IASC. Pastikan Anda hanya melapor lewat alamat resmi.
Tips Mencari Lowongan Kerja dengan Lebih Aman
Waspada bukan berarti takut mencari kerja secara daring. Dengan kebiasaan yang tepat, Anda tetap bisa memanfaatkan peluang yang ada.
- Pilih kanal karier resmi perusahaan atau platform yang identitas dan kebijakannya dapat Anda periksa.
- Baca detail posisi, gaji, lokasi, dan proses seleksi sebelum mengirim lamaran.
- Batasi data pribadi sesuai tahap rekrutmen. Pada tahap awal, CV biasanya sudah cukup.
- Catat perusahaan yang Anda lamar, tanggal lamaran, posisi, dan nama kontaknya.
- Jangan menjadikan jumlah pengikut media sosial atau tampilan situs sebagai satu-satunya bukti.
- Minta pendapat orang tepercaya jika tawaran terasa mencurigakan.
Pilihlah platform yang menyediakan cara untuk melaporkan lowongan mencurigakan. Fitur seperti ini membantu Anda dan pencari kerja lain.
Baca juga: Apa Itu Job Portal? Definisi, Manfaat, Fitur, dan Cara Kerjanya
FAQ
Apa ciri-ciri utama lowongan kerja palsu?
Ciri utamanya adalah permintaan uang, permintaan OTP atau data sensitif sejak awal, gaji tidak masuk akal, deskripsi pekerjaan yang samar, serta perekrut yang tidak dapat diverifikasi. Semakin banyak ciri yang muncul bersamaan, semakin besar kemungkinan lowongan tersebut palsu.
Bagaimana cara mengecek lowongan kerja asli?
Buka situs resmi perusahaan secara mandiri, cocokkan posisi di kanal kariernya, lalu hubungi perusahaan melalui kontak yang Anda temukan sendiri. Periksa juga domain email pengirim dan alamat kantor.
Apakah perusahaan resmi boleh meminta uang saat rekrutmen?
Tidak. Kemnaker menyebut pungutan biaya dalam rekrutmen hampir pasti modus penipuan, dan ILO menyatakan biaya rekrutmen tidak seharusnya dibebankan kepada pencari kerja.
Apakah gaji tinggi pasti penipuan?
Tidak selalu, karena beberapa posisi memang bergaji tinggi. Yang perlu dicurigai adalah gaji yang sangat besar untuk pekerjaan yang tugas dan kualifikasinya tidak jelas.
Apakah lowongan lewat WhatsApp pasti penipuan?
Tidak pasti, tetapi perlu diperiksa. Pastikan Anda memang pernah melamar, identitas perekrut dapat dikonfirmasi, dan tidak ada permintaan uang atau data sensitif secara tidak wajar.
Ke mana melaporkan lowongan kerja palsu?
Anda dapat melapor ke bank atau penyedia pembayaran, IASC melalui iasc.ojk.go.id, kanal pengaduan Kemnaker di hotline 1500630, dan kepolisian. Segera laporkan agar peluang penanganannya lebih besar.
Apa yang harus dilakukan jika sudah mengirim foto KTP?
Waspadai penyalahgunaan identitas, pantau pesan atau tagihan yang tidak Anda kenali, dan simpan bukti komunikasi. Laporkan kejadian tersebut ke kanal resmi yang relevan.
Apakah lowongan kerja luar negeri dengan gaji besar bisa palsu?
Bisa. Pemerintah sudah menurunkan ribuan iklan lowongan luar negeri fiktif, sehingga Anda perlu memastikan informasi berasal dari kanal resmi sebelum memberikan data atau uang.
Kesimpulan
Lowongan kerja palsu dapat dikenali dari beberapa tanda, yaitu permintaan biaya di muka, identitas perekrut yang tidak bisa diverifikasi, gaji yang tidak masuk akal, proses yang terlalu mendesak, dan permintaan data sensitif yang tidak wajar. Tanda-tanda itu perlu dinilai secara menyeluruh, bukan satu per satu.
Langkah terpenting adalah memverifikasi perusahaan melalui kanal resmi sebelum Anda membayar atau membagikan data pribadi. Jika sudah telanjur menjadi korban, segera hubungi bank, simpan bukti, dan laporkan ke kanal yang tepat.
Dalam mencari peluang, pilihlah platform yang transparan dan memberi Anda ruang untuk melapor. Snap Careers telah beroperasi sejak Februari 2022 dan bekerja sama dengan berbagai perusahaan, termasuk J&T Cargo, BAF, dan Asuransi Sinarmas. Di halaman lowongan, tersedia tombol Laporkan Pekerjaan untuk melaporkan lowongan yang mencurigakan.
Selain menelusuri lowongan, Anda dapat menyiapkan CV melalui CV Builder yang menyediakan template ramah Applicant Tracking System (ATS), serta meningkatkan keterampilan melalui Snap EduTech.
Bagi perusahaan, Snap Careers menyediakan Assessment Center agar tes seleksi dapat dijalankan di dalam platform.
Tetap lakukan pengecekan mandiri pada setiap tawaran, termasuk yang datang dari platform mana pun. Daftar sebagai kandidat di Snap Careers, lalu mulailah mencari pekerjaan dengan lebih tenang dan terarah.
Hendik Darmawan is an SEO and content marketing specialist focused on creating informative, search-optimized content about careers, recruitment, and workplace trends. Through Snap Careers, he helps readers access relevant insights and career-related information in a clear and practical way.
