Kenapa Susah Dapat Kerja? Ini Cara Mendapatkan Pekerjaan yang Lebih Efektif

Kenapa Susah Dapat Kerja? Ini Cara Mendapatkan Pekerjaan yang Lebih Efektif

Sudah mengirim banyak lamaran kerja tetapi belum juga mendapat panggilan interview?

Anda tidak sendirian. Saat ini, banyak pencari kerja merasa proses mendapatkan pekerjaan menjadi jauh lebih sulit dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Persaingan kerja yang semakin ketat, perubahan kebutuhan industri, hingga sistem rekrutmen modern membuat proses mencari kerja tidak lagi bisa dilakukan secara asal.

Di sisi lain, banyak kandidat sebenarnya memiliki skill yang cukup, tetapi belum memahami strategi mencari kerja yang efektif. Mulai dari penggunaan CV yang kurang relevan, tidak memiliki portofolio, hingga belum membangun personal branding profesional sering kali membuat peluang dilirik rekruter menjadi lebih kecil.

Karena itu, pencari kerja perlu memahami bagaimana cara mendapatkan pekerjaan dengan strategi yang lebih tepat agar peluang diterima kerja menjadi lebih besar.

Lalu, sebenarnya kenapa sekarang lebih sulit mendapatkan pekerjaan?

Kenapa Sekarang Lebih Sulit Mendapatkan Pekerjaan?

Sulit Mendapatkan Pekerjaan

Sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini bukan hanya soal kurangnya lowongan kerja. Perubahan sistem rekrutmen dan tingginya persaingan juga membuat perusahaan menjadi jauh lebih selektif dalam memilih kandidat.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia masih mencapai jutaan orang setiap tahunnya. Sementara itu, kemudahan melamar kerja secara online membuat satu lowongan pekerjaan bisa menerima ratusan hingga ribuan pelamar hanya dalam waktu singkat.

Akibatnya, rekruter kini tidak hanya melihat ijazah atau pengalaman kerja. Perusahaan juga mulai mempertimbangkan skill, portofolio, personal branding, hingga kualitas CV yang dimiliki kandidat.

Berikut beberapa alasan kenapa banyak orang merasa semakin sulit mendapatkan pekerjaan saat ini.

Persaingan Kerja Semakin Ketat

Saat ini, jumlah pencari kerja terus meningkat, sementara jumlah lowongan kerja tidak selalu bertambah secara seimbang.

Anda tidak hanya bersaing dengan fresh graduate, tetapi juga kandidat berpengalaman, pekerja yang sedang career switch, hingga korban PHK dari berbagai industri.

Kemudahan melamar kerja secara online juga membuat satu lowongan pekerjaan bisa menerima ratusan bahkan ribuan pelamar hanya dalam waktu singkat.

Baca juga: 5 Cara untuk Bangkit Lebih Kuat Pasca Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Banyak Perusahaan Menggunakan ATS

Saat ini banyak perusahaan menggunakan ATS (Applicant Tracking System) untuk membantu proses screening kandidat.

ATS bekerja dengan membaca keyword, format CV, pengalaman kerja, dan relevansi skill sebelum rekruter memeriksa lamaran secara manual.

Artinya, CV yang tidak ATS-friendly berisiko tidak lolos tahap screening awal meskipun kandidat sebenarnya memiliki kemampuan yang sesuai.

Skill yang Dibutuhkan Industri Terus Berubah

Perkembangan teknologi dan AI membuat kebutuhan skill di dunia kerja ikut berubah dengan cepat.

Menurut laporan World Economic Forum, perusahaan saat ini semakin mencari kandidat yang memiliki:

  • Kemampuan berpikir analitis
  • Skill digital
  • Kemampuan problem-solving
  • Adaptability
  • Kemauan belajar yang tinggi

Karena itu, kandidat yang terus mengembangkan skill biasanya memiliki peluang lebih besar untuk dilirik rekruter.

Banyak Pelamar Masih Menggunakan Strategi Lama

Masih banyak pencari kerja yang:

  • Menggunakan CV yang sama untuk semua lowongan
  • Tidak membangun LinkedIn
  • Tidak memiliki portofolio
  • Hanya fokus mengirim lamaran sebanyak mungkin.

Padahal, recruiter saat ini lebih tertarik pada kandidat yang terlihat relevan, aktif mengembangkan diri, dan siap kerja.

Akibatnya, strategi mencari kerja yang tidak berkembang sering kali membuat peluang dipanggil interview menjadi lebih kecil.

Baca juga: Bongkar Standar Penilaian Wawancara Kerja demi Peluang Karir Lebih Besar

Cara Mendapatkan Pekerjaan dengan Lebih Efektif

Cara Mendapatkan Pekerjaan dengan Lebih Efektif

Di tengah persaingan kerja yang semakin tinggi, mengirim lamaran sebanyak mungkin saja sering kali tidak cukup. Anda juga perlu memahami strategi yang dapat membantu rekruter melihat bahwa Anda memang relevan dengan posisi yang dibutuhkan.

Berikut beberapa cara mendapatkan pekerjaan yang lebih efektif.

Gunakan CV ATS-Friendly

CV merupakan salah satu faktor paling penting dalam proses rekrutmen.

Jika format CV sulit dibaca ATS atau terlalu berantakan, peluang dipanggil interview bisa menurun.

Gunakan CV dengan:

  • Format yang rapi
  • Struktur yang jelas
  • Keyword yang relevan
  • Informasi yang mudah dibaca recruiter

Saat ini, Anda juga dapat memanfaatkan berbagai tools pembuat CV online untuk membantu membuat CV yang lebih profesional dan ATS-friendly.

Salah satunya adalah fitur CV Builder dari Snap Careers yang menyediakan template CV yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pencari kerja.

Sesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar

Hindari menggunakan satu CV yang sama untuk semua lowongan pekerjaan.

Coba baca kembali job description dan skill yang dicari perusahaan, lalu sesuaikan isi CV Anda agar lebih relevan dengan posisi tersebut.

Cara ini dapat membantu recruiter memahami bahwa Anda benar-benar cocok dengan posisi yang dibutuhkan.

Bangun LinkedIn dan Personal Branding

Recruiter saat ini tidak hanya melihat CV, tetapi juga profil LinkedIn dan jejak digital kandidat.

Karena itu, penting untuk mulai membangun personal branding profesional dengan cara:

  • Memperbarui profil LinkedIn
  • Menunjukkan pengalaman dan skill
  • Membagikan insight atau hasil pekerjaan
  • Memperluas networking profesional

Personal branding yang baik dapat membantu recruiter lebih mudah menemukan dan mengenali profil Anda.

Tingkatkan Skill yang Dicari Perusahaan

Memiliki skill tambahan bisa menjadi nilai plus di tengah persaingan kerja yang tinggi.

Beberapa skill yang banyak dicari perusahaan saat ini antara lain:

  • Digital marketing
  • SEO
  • Data analysis
  • AI tools
  • Desain
  • Copywriting
  • Public speaking
  • Project management

Karena kebutuhan industri terus berkembang, penting bagi pencari kerja untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan yang relevan dengan dunia kerja saat ini.

Anda dapat mengikuti kursus online, webinar, bootcamp, atau program pembelajaran interaktif untuk meningkatkan skill dan memperluas pengetahuan profesional.

Salah satunya melalui Snap EduTech yang menyediakan berbagai pembelajaran online dan sesi interaktif bersama mentor maupun praktisi industri untuk membantu pengembangan skill dan karier.

Bangun Portofolio Walaupun Belum Punya Pengalaman

Banyak fresh graduate merasa kesulitan mencari kerja karena belum memiliki pengalaman profesional.

Padahal, Anda tetap bisa membangun portofolio dari:

  • Project pribadi
  • Freelance
  • Organisasi
  • Bootcamp
  • Magang
  • Simulasi project

Portofolio dapat membantu menunjukkan kemampuan nyata yang Anda miliki meskipun belum pernah bekerja full-time sebelumnya.

Gunakan Platform Lowongan Kerja yang Tepat

Menggunakan platform karier yang tepat dapat membantu proses mencari kerja menjadi lebih efisien dan terarah.

Saat ini, mencari kerja bukan hanya soal mengirim lamaran sebanyak mungkin. Pencari kerja juga perlu mempersiapkan CV, meningkatkan skill, membangun profil profesional, hingga memahami kebutuhan industri agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

Karena itu, memilih platform yang tidak hanya menyediakan lowongan kerja, tetapi juga memiliki fitur pendukung karier dapat membantu meningkatkan peluang diterima kerja.

Melalui Snap Careers, pencari kerja dapat menemukan berbagai fitur pendukung karier seperti:

  • Lowongan kerja terbaru
  • Fitur CV Builder
  • Pengembangan skill melalui EduTech
  • Talent assessment
  • Tools pendukung karier lainnya

Selain membantu menemukan peluang kerja dari berbagai industri, platform karier yang tepat juga dapat membantu pencari kerja mempersiapkan diri menjadi kandidat yang lebih kompetitif.

Dengan begitu, proses mencari kerja tidak hanya sekadar apply lowongan, tetapi juga membantu meningkatkan kesiapan karier secara lebih menyeluruh.

Baca juga: 8 Alasan Mengapa Job Portal Snap Careers adalah Pilihan Terbaik untuk Karir Anda

Bangun Networking dan Relasi Profesional

Networking masih menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan peluang kerja.

Banyak lowongan pekerjaan tidak selalu dipublikasikan secara luas dan sering kali dibagikan melalui koneksi profesional, komunitas, atau rekomendasi internal perusahaan. Karena itu, memiliki relasi yang baik dapat membantu Anda mendapatkan informasi lowongan lebih cepat sekaligus memperluas peluang karier.

Selain membantu mencari pekerjaan, networking juga dapat membuka kesempatan untuk belajar dari profesional lain, membangun personal branding, hingga memperluas wawasan industri.

Untuk mulai membangun networking profesional, Anda dapat:

  • Aktif di LinkedIn
  • Mengikuti webinar atau seminar karier
  • Bergabung dalam komunitas profesional
  • Menghadiri job fair atau networking event
  • Memperluas koneksi di bidang yang Anda minati

Semakin luas relasi profesional yang dimiliki, semakin besar juga peluang Anda menemukan kesempatan kerja yang relevan dengan skill dan tujuan karier.

Evaluasi Kenapa Lamaran Tidak Dipanggil

Jika sudah sering melamar pekerjaan tetapi belum mendapat panggilan interview, jangan langsung merasa gagal atau minder. Bisa jadi, ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dari strategi mencari kerja yang digunakan.

Melakukan evaluasi secara berkala penting agar Anda bisa mengetahui faktor apa yang membuat lamaran kurang dilirik recruiter.

Coba evaluasi beberapa hal berikut:

  • Apakah CV sudah ATS-friendly
  • Apakah posisi yang dilamar relevan dengan skill dan pengalaman
  • Apakah portofolio sudah cukup kuat
  • Apakah skill yang dimiliki sesuai kebutuhan industri saat ini
  • Apakah profil LinkedIn sudah terlihat profesional
  • Apakah isi CV sudah sesuai dengan job description

Selain itu, perhatikan juga apakah Anda terlalu sering apply secara asal tanpa menyesuaikan CV atau portofolio dengan posisi yang dilamar. Dalam proses rekrutmen saat ini, relevansi kandidat menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan recruiter.

Dengan melakukan evaluasi secara rutin, Anda dapat memperbaiki strategi mencari kerja dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan panggilan wawancara.

Kesalahan yang Membuat Sulit Mendapatkan Pekerjaan

Kesalahan yang Membuat Sulit Mendapatkan Pekerjaan

Selain memahami strategi mencari kerja yang efektif, ada beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan pencari kerja dan tanpa disadari dapat memperkecil peluang diterima kerja.

Kesalahan-kesalahan ini sering terlihat sederhana, tetapi bisa membuat recruiter menilai kandidat kurang relevan atau kurang siap secara profesional. Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja hal yang sebaiknya dihindari saat mencari pekerjaan.

Menggunakan CV yang Sama untuk Semua Lowongan

Setiap posisi memiliki kebutuhan dan kriteria yang berbeda. Menggunakan satu CV yang sama untuk semua perusahaan dapat membuat lamaran terlihat kurang relevan di mata recruiter.

Sebaiknya, sesuaikan isi CV dengan posisi yang dilamar, mulai dari skill, pengalaman, hingga keyword yang digunakan pada job description. Cara ini dapat membantu meningkatkan peluang lolos screening dan dipanggil interview.

Tidak Mengembangkan Skill Baru

Dunia kerja terus berkembang dan kebutuhan industri juga ikut berubah dengan cepat.

Kandidat yang tidak mengembangkan skill baru biasanya akan lebih sulit bersaing dibandingkan dengan kandidat yang aktif belajar dan mengikuti perkembangan industri. Terlebih, saat ini banyak perusahaan mulai mencari kandidat yang memiliki skill digital, kemampuan adaptasi, dan kemauan belajar yang tinggi.

Karena itu, penting untuk terus meningkatkan kemampuan melalui kursus online, webinar, bootcamp, atau proyek mandiri.

Tidak Memiliki Personal Branding

Saat ini, rekruter sering mencari informasi kandidat melalui LinkedIn atau internet sebelum memanggil untuk interview.

Profil LinkedIn yang kosong, tidak aktif, atau kurang profesional dapat mengurangi kredibilitas kandidat di mata recruiter. Padahal, personal branding dapat membantu menunjukkan pengalaman, skill, dan ketertarikan Anda pada bidang tertentu.

Mulailah membangun personal branding dengan memperbarui profil LinkedIn, membagikan insight, atau menunjukkan hasil pekerjaan yang pernah dikerjakan.

Hanya Fokus Apply Tanpa Evaluasi

Banyak orang terus mengirim lamaran tanpa mengevaluasi kualitas CV, portofolio, atau strategi mencari kerja yang digunakan.

Padahal, evaluasi sangat penting untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki agar peluang diterima kerja menjadi lebih besar. Misalnya, mengecek kembali apakah CV sudah ATS-friendly, apakah posisi yang dilamar relevan, atau apakah skill yang dimiliki sudah sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan melakukan evaluasi secara rutin, Anda dapat mengetahui strategi mana yang efektif dan apa saja yang masih perlu ditingkatkan.

Terlalu Menunggu Pekerjaan “Sempurna”

Sebagian pencari kerja terlalu fokus mencari pekerjaan yang dianggap sempurna sejak awal karier.

Padahal, pengalaman kerja pertama sering kali menjadi langkah awal untuk membangun skill, relasi, dan peluang karier yang lebih besar di masa depan.

Tidak semua pekerjaan pertama harus langsung ideal. Yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman, memperluas koneksi profesional, dan terus berkembang agar memiliki peluang karier yang lebih baik ke depannya.

Baca juga: 11 Hal Wajib Saat Interview Online agar Terlihat Profesional

Kesimpulan

Mendapatkan pekerjaan di tengah persaingan kerja yang semakin ketat memang tidak mudah. Banyaknya pelamar, perubahan kebutuhan industri, hingga proses rekrutmen yang semakin selektif membuat pencari kerja perlu memiliki strategi yang lebih tepat dibandingkan sebelumnya.

Namun, sulit mendapatkan pekerjaan bukan berarti Anda tidak memiliki kemampuan. Dalam banyak kasus, peluang kerja bisa meningkat ketika kandidat mulai memperbaiki CV, meningkatkan skill, membangun personal branding, serta lebih selektif dalam memilih dan melamar pekerjaan.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa proses mencari kerja memang membutuhkan waktu, konsistensi, dan evaluasi. Tidak semua lamaran akan langsung mendapat respons, tetapi setiap proses dapat menjadi pembelajaran untuk memperbaiki strategi ke depannya.

Karena itu, jangan hanya fokus mengirim lamaran sebanyak mungkin. Fokus juga untuk mempersiapkan diri menjadi kandidat yang lebih siap dan kompetitif di dunia kerja.

Untuk membantu proses mencari kerja menjadi lebih efektif, Anda juga dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di Snap Careers, mulai dari lowongan kerja, CV Builder, pengembangan skill melalui EduTech, hingga berbagai tools pendukung karier lainnya.

Dengan strategi yang tepat dan konsistensi dalam mengembangkan diri, peluang mendapatkan pekerjaan yang sesuai akan menjadi lebih besar.

Khanza
Human Resource Development | + posts

Hey Peps! It's Khanza , I'm always learning and exploring new things in the world of storytelling. Writing fun stories and creating cool content with me. let's have some fun together!

Cheers!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top