💡 Ringkasan Cepat (Quick Answer)
Sertifikasi bahasa Inggris apa yang terbaik untuk melamar kerja?
TOEFL, TOEIC, dan IELTS merupakan tiga tes bahasa Inggris yang dikenal luas dan dapat digunakan untuk mendukung lamaran kerja. TOEIC berfokus pada komunikasi di lingkungan kerja, TOEFL terutama mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik, sedangkan IELTS menguji Listening, Reading, Writing, dan Speaking untuk kebutuhan studi, kerja, atau migrasi. Tes terbaik adalah tes yang secara khusus diminta dalam persyaratan lowongan tujuan kamu.
Mencantumkan klaim “Aktif” atau “Pasif” pada bagian kemampuan bahasa Inggris di Curriculum Vitae (CV) kini tidak lagi cukup meyakinkan perekrut. Banyak perusahaan swasta, instansi pemerintah, BUMN, hingga korporasi multinasional meminta pelamar melampirkan bukti kemampuan bahasa Inggris yang terukur.
Perlu dipahami bahwa TOEFL, TOEIC, dan IELTS pada dasarnya merupakan tes kemampuan bahasa Inggris, bukan lembaga sertifikasi profesi. Setelah mengikuti tes tersebut, peserta akan memperoleh laporan skor resmi (score report) atau sertifikat yang dapat digunakan sebagai bukti kompetensi saat melamar pekerjaan.
Kamu memang bisa mencoba asesmen daring gratis untuk pemetaan awal, atau mengambil uji kompetensi nasional seperti LSK Bahasa Inggris. Namun, untuk kebutuhan melamar pekerjaan, tiga tes berikut adalah yang paling sering dicantumkan dalam kualifikasi rekrutmen.
1. TOEFL (ITP dan iBT)
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) pada dasarnya dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademik, seperti memahami materi perkuliahan, bacaan ilmiah, dan diskusi kelas. Di Indonesia, dokumen skor TOEFL sangat populer dan sering digunakan sebagai syarat pada formasi CPNS, instansi pemerintah, atau lowongan BUMN tertentu.
Sebelum mendaftar, kamu perlu mengenali dua jenis TOEFL yang paling umum digunakan agar tidak salah pilih:
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program): Mengukur tiga keterampilan, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.
- TOEFL iBT (Internet-Based Test): Mengukur empat keterampilan secara menyeluruh, meliputi Reading, Listening, Speaking, dan Writing, serta lebih luas diterima untuk kebutuhan internasional.
Mengingat biaya ujian resminya cukup lumayan, kamu bisa mengikuti kursus persiapan tes bahasa Inggris terlebih dahulu untuk berlatih strategi menjawab soal. Saat sudah siap mengambil ujian, pastikan kamu mendaftar di penyelenggara yang menyediakan tes TOEFL resmi (official) agar laporan skor kamu valid saat diverifikasi HRD. Selalu periksa jenis TOEFL dan batas skor minimum yang tertera pada pengumuman resmi lowongan.
2. TOEIC
Jika TOEFL berfokus pada lingkungan akademik, TOEIC (Test of English for International Communication) dirancang khusus untuk menilai kemampuan bahasa Inggris dalam konteks tempat kerja dan situasi profesional. Materi yang diujikan berkaitan erat dengan aktivitas kantor, seperti rapat, negosiasi bisnis, memo internal, hingga korespondensi email.
Dalam praktiknya, TOEIC memiliki dua jenis modul tes yang berbeda:
- TOEIC Listening and Reading: Modul yang paling sering diminta untuk melamar kerja. Tes ini tidak menguji kemampuan berbicara dan menulis secara langsung.
- TOEIC Speaking and Writing: Modul terpisah yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan komunikasi aktif secara lisan maupun tulisan.
Banyak korporasi swasta dan BUMN menjadikan TOEIC sebagai acuan rekrutmen. Perlu diingat bahwa tidak ada satu skor TOEIC yang berlaku universal untuk seluruh perusahaan atau BUMN, karena setiap posisi dan instansi dapat menetapkan jenis tes maupun batas skor yang berbeda.
Kisaran skor TOEIC 450 sampai 550 dapat kamu gunakan sebagai target awal untuk membangun kemampuan dasar hingga menengah (setara CEFR B1 pada angka 550), tetapi angka ini bukan standar mutlak untuk seluruh BUMN. Gunakan persyaratan resmi pada informasi lowongan sebagai acuan utama kamu.
3. IELTS
IELTS (International English Language Testing System) adalah tes kemampuan bahasa Inggris internasional yang mengevaluasi empat keterampilan sekaligus, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
Meskipun tidak semua perusahaan multinasional mewajibkan IELTS, tes ini menjadi pilihan yang sangat kuat jika kamu berencana melamar ke korporasi global, mencari pekerjaan di luar negeri, mengurus keperluan migrasi, atau mendaftar beasiswa studi lanjutan.
Baca juga:Â Apa Itu Career Path? Pengertian, Jenis, dan Cara Menentukannya
Pilih Tes yang Mana?
Keputusan terbaik selalu kembali pada rencana karier dan persyaratan lowongan yang kamu tuju. Tabel perbandingan berikut dapat membantu kamu melihat perbedaan ketiganya secara ringkas:
| Jenis Tes | Fokus Utama | Cakupan Keterampilan | Penggunaan Umum |
| TOEFL | Bahasa Inggris dalam konteks akademik. | ITP: Listening, Structure, Reading. iBT: Reading, Listening, Speaking, Writing. | Seleksi beasiswa, syarat kampus, serta formasi CPNS atau BUMN tertentu. |
| TOEIC | Komunikasi bisnis dan interaksi di lingkungan kerja. | Modul L&R (Listening & Reading) atau Modul S&W (Speaking & Writing). | Rekrutmen korporasi swasta, industri profesional, dan lowongan BUMN tertentu. |
| IELTS | Kemampuan bahasa Inggris untuk studi, kerja global, dan migrasi. | Mengukur Listening, Reading, Writing, dan Speaking. | Perusahaan multinasional, kerja di luar negeri, beasiswa internasional, dan imigrasi. |
Catatan: Setiap perusahaan dan lowongan kerja memiliki kebijakan rekrutmen yang berbeda. Pada Rekrutmen Bersama BUMN (RBB), misalnya, peserta dapat mengikuti tahapan tes bahasa Inggris internal tersendiri. Pastikan kamu selalu membaca detail kualifikasi pada lowongan yang dilamar.
Cara Mencantumkan Skor Bahasa Inggris di CV

Agar HRD dapat langsung menangkap kualifikasi kamu saat melakukan screening CV, tuliskan nama tes, jenis modul, skor yang diperoleh, lembaga penyelenggara, serta masa berlakunya secara jelas.
Berikut adalah contoh format penulisan yang rapi di dalam CV:
English Proficiency
- TOEIC Listening & Reading: 785/990
- Issued by [Nama Lembaga Penyelenggara Resmi], Agustus 2026
- Valid until Agustus 2028
Hindari hanya menulis “TOEFL: 500” tanpa menyebutkan jenis tesnya (apakah ITP atau prediction), karena hal tersebut membuat perekrut kesulitan memvalidasi standar skor kamu.
Baca juga:Â Strategi Pertanyaan Ujian Wawancara Kerja dalam Bahasa Inggris dan Contoh Jawabannya
Siapkan Dokumen Karier Kamu Sebelum Melamar
Memiliki bukti kemampuan bahasa Inggris yang relevan akan membuat profil profesional kamu lebih menonjol di mata perekrut. Sebelum mengambil ujian resmi yang membutuhkan biaya dan persiapan matang, ada baiknya kamu memetakan kemampuan awal (baseline score) terlebih dahulu.
Jika kamu membutuhkan evaluasi praktis untuk mengecek kesiapan dan estimasi skor sebelum mengirim lamaran kerja, kamu dapat mencoba layanan tes bahasa Inggris online bersertifikat dari Golden English sebagai langkah latihan awal. Kenali syarat lowongan incaran kamu, persiapkan strategi belajarnya, dan lengkapi CV kamu dengan skor terbaik!
*Artikel ini merupakan hasil kerja sama kemitraan eksklusif antara Snap careers dan Golden English.
Hendik Darmawan is an SEO and content marketing specialist focused on creating informative, search-optimized content about careers, recruitment, and workplace trends. Through Snap Careers, he helps readers access relevant insights and career-related information in a clear and practical way.
