Apa itu Prop Firm? Pahami Peluang ini untuk Anda

cover Prop Firm

Banyak kendala yang harus dihadapi seorang trader, bukan hanya harus menghadapi fluktuasi harga pasar, tetapi juga kendala dari sisi emosi maupun ekonomi. Seorang trader profesional harus disiplin, teliti, mempunyai strategi trading, pintar membaca situasi dan kondisi pasar, serta mampu mengelola emosinya dengan baik untuk dapat mengeksekusi transaksi trading dan mendapatkan keuntungan. Kendala lainnya yang harus dihadapi seorang trader adalah kurangnya dana atau modal trading untuk mengeksekusi transaksi trading. Besaran modal yang dimiliki tentunya mempunyai dampak yang cukup signifikan akan perkiraan resiko hingga besaran keuntungan yang akan didapatkan.

Saat ini, kendala modal trading yang dihadapi oleh Trader dapat dibantu oleh Prop Firm, atau yang dikenal dengan nama perusahaan proprietary trading, adalah perusahaan yang menyediakan dana / modal trading untuk dikelola oleh trader profesional di pasar finansial. Prop firm berbeda dengan broker pada umumnya, yang hanya memfasilitasi transaksi trading para trader dengan menggunakan dana trader sendiri.

Apa itu Prop Firm?

Prop Firm

Prop firm singkatan dari proprietary trading firm, adalah perusahaan yang menyediakan dan menginvestasikan dana untuk dikelola oleh trader agar digunakan sebagai modal trading di pasar finansial, baik pasar saham, komoditas, forex maupun kripto. Prop firm biasanya merekrut trader yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam trading untuk berinvestasi berupa modal yang dapat digunakan oleh para trader dalam transaksi trading mereka. Para trader ini tidak menggunakan modal pribadi, melainkan dana dari prop firm yang bekerja sama dengannya.

Bisnis yang dilakukan oleh prop firm memungkinkan trader untuk trading dengan modal besar tanpa menggunakan dana pribadi. Keuntungan yang dihasilkan akan dibagikan kepada trader sesuai performa mereka. Jika rugi, maka kerugian dibatasi oleh aturan risiko yang ditetapkan prop firm dan biasanya ditanggung oleh prop firm tersebut, namun trader tersebut tidak dapat melanjutkan program pendanaan (akun trader dinonaktifkan). 

Mengapa Prop Firm Diminati?

Mengapa Prop Firm Diminati

Banyak trader yang menilai jika bisnis prop firm ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan probabilitas keuntungan tanpa risiko kehilangan modal pribadi. Beberapa pertimbangan atau alasan trader memilih menggunakan prop firm adalah:

  • Leverage modal tanpa menyetorkan deposit atau dana pribadi yang besar.
  • Akses infrastruktur atau teknologi akun ke exchange: akun, platform, data, bahkan edukasi.
  • Skema bagi hasil dari keuntungan yang cukup besar: trader fokus ke eksekusi transaksi trading, sedangkan operasional ditangani prop firm.
  • Pembelajaran terstruktur: aturan yang diterapkan oleh banyak prop firm memberi aturan risiko yang “mendidik” kedisiplinan trader.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Prop Firm?

Apa Kelebihan dan Kekurangan Prop Firm

Segala sesuatu pasti ada kelebihan dan kekurangannya, termasuk Prop Firm. Harap diingat bahwa Prop trading bukan jalan pintas kaya-raya. Ini tetap aktivitas berisiko dengan kemungkinan kerugian tinggi. Berikut kelebihan dan kekurangan Prop Firm sebagai bahan pertimbangan kamu.

Kelebihan

  • Mendapatkan modal trading besar tanpa membayarkan deposit penuh
  • Minim resiko kehilangan modal pribadi
  • Infrastruktur dan teknologi yang lebih baik 
  • Risk management yang lebih baik
  • Keuntungan dapat lebih tinggi

Kekurangan

  • Banyak peraturan yang ketat dan berbeda antar prop firm.
  • Biaya challenge akan hangus bila gagal.
  • Pembatasan gaya dan strategi trading: “overnight position”, “daily risk”, “overall risk”, dan lainnya.
  • Transparansi kredibilitas perusahaan (payout, transparansi metrik, manajemen risiko).

Risiko Utama yang Perlu Kamu Pahami

  • Legalitas perusahaan terkadang tidak jelas dan berada di negara yang berbeda.
  • Peraturan di masing – masing prop firm berbeda beda, tidak ada aturan standar untuk operasional prop firm.
  • Contoh aturan yang diterapkan adalah daily loss dan max drawdown bisa “menyentil” akun meski strategi sehat jangka panjang.
  • Ketergantungan teknologi yang diterapkan sangat mudah dan lengkap, seperti leverage, bot trading, chart, reliabilitas server, dan kecepatan eksekusi transaksi.
  • Kebijakan payout harus mengikuti aturan jadwal pencairan, minimal penarikan, biaya, metode pembayaran.
  • Perubahan Term of Service yang sewaktu – waktu dapat berubah, trader harus membaca dengan seksama sebelum bergabung di salah satu prop firm.

Bagaimana Cara Kerja Prop Firm?

Masing masing perusahaan mempunyai aturan sendiri yang harus diikuti, termasuk prop firm. Berikut adalah langkah langkah umum yang biasanya diterapkan oleh prop firm.

Registration (Pendaftaran)

Trader harus mendaftar dan biasanya membayar sejumlah biaya untuk mengikuti program ini.

Challenge / Evaluation Phase (Tahap Tantangan / Tahap Penilaian)

Kemudian, trader akan memasuki tahap “Challenge” untuk mencapai target profit yang ditetapkan dengan mengikuti aturan yang diterapkan oleh masing – masing prop firm, seperti daily drawdown maupun maximal drawdown.

Verifikasi Phase (Tahap Verifikasi)

Tahap ini, prop firm akan menilai hasil akhir profit and loss (PnL) dan trading performance yang dilakukan oleh trader. Prop firm akan melakukan verifikasi, biasanya trader yang lolos akan mendapatkan sertifikat pendanaan dan berhak mendapatkan dana sebagai modal trading di live account.

Live Account (Akun Trading Nyata)

Biasanya, trader akan memilih jumlah dana yang diinginkan dan membayarkan sejumlah uang untuk mengklaim modal yang diinginkan. Prop firm akan membuatkan akun trading nyata (live account) yang terhubung dengan bursa untuk trader tersebut. Saat trader memasuki tahap ini, trader akan mulai mendapatkan keuntungan sesuai dengan persentase atau kesepakatan yang telah ditetapkan oleh prop firm.

Model Bisnis Prop Firm

Terdapat beberapa model bisnis yang dilakukan oleh prop firm pada umumnya. Masing – masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Challenge / Evaluation Model

Terbuka bagi semua orang untuk mengikuti program ini, baik trader professional maupun trader pemula. Proses pendanaan dilakukan berdasarkan hasil profit and loss (PnL) dan trading performance selama masa evaluasi. Trader harus mengikuti proses Challenge / Evaluation Phase terlebih dahulu sebelum akun nyata (live account) dan pendanaan diberikan. Aturan trading dan target profit ditetapkan dan harus dilakukan dalam tahap ini. Biasanya, biaya pendaftaran tergolong kecil dan terjangkau.

Instant Funding Model

Trader pemula maupun profesional dapat bergabung dengan program ini, dan langsung mendapatkan modal di awal dan diberikan akun nyata (live account). Biasanya, aturan lebih ketat dan biaya pendaftaran lebih besar dari prop firm yang menggunakan model bisnis challenge / evaluation model.

In-House Trader / Split Hybrid

Biasanya prop firm ini akan mewawancarai trader yang berkualitas, performa yang stabil, dan mempunyai strategi trading yang menguntungkan untuk bergabung menjadi In-House Trader. Mereka akan mendapatkan modal yang lebih besar, akses riset, pembagian keuntungan yang lebih besar dan fasilitas trading yang lebih baik.

Istilah yang sering digunakan dalam Prop Firm

Banyak istilah yang seringkali digunakan dalam aktivitas trading pada Prop Firm. Berikut beberapa istilah umum yang akan kamu temukan dalam Prop Firm:

Profit Target

Trader diberikan target keuntungan / laba yang harus dicapai, biasanya diberikan saat masuk ke tahap challenge atau tahap evaluasi.

Max Drawdown

Batas penurunan atau kerugian ekuitas secara total / kumulatif dari modal yang diberikan.

Daily Loss Limit

Batas penurunan / kerugian maksimum per hari dari modal yang diberikan.

Profit Split

Besaran / porsi pembagian laba yang dihasilkan untuk dibagikan ke trader dan perusahaan. Contoh: 80/20; berarti 80% untuk trader dan 20% untuk perusahaan.

Scaling Plan

Performa trader saat melakukan live trading juga dinilai. Trader yang mempunyai performa yang stabil dan menguntungkan dapat mengajukan kenaikan modal secara bertahap.

Consistence Rule

Konsistensi dan kestabilan adalah aturan utama yang diterapkan oleh Prop Firm, maka dari itu banyak Prop Firm yang menerapkan aturan larangan “spike”. Hal ini dikarenakan pergerakan harga yang tidak biasa seringkali menjebak trader dan hasilnya seringkali trader mengalami kerugian fatal.

Baca Juga : Mengenal Peran Broker Dalam Industri Finansial

Bagaimana Memilih Prop Firm yang Kredibel?

Memilih Prop Firm yang kredibel harus diperhatikan agar trader tidak dirugikan baik dalam perhitungan biaya yang dikenakan hingga pembayaran komisi yang jelas dan benar. Berikut beberapa tips yang dapat digunakan dalam memilih Prop Firm yang kredibel:

Transparansi aturan

Kejelasan aturan harus diperhatikan, seperti: target profit, Daily Drawdown, Maximal Drawdown, weekend holdings, copy trade, dan lain sebagainya.

Reputasi & rekam jejak payout

Testimoni trader yang menggunakan layanan Prop Firm, ulasan komunitas, konsistensi membayar komisi trader adalah hal yang harus diperiksa agar trader dapat yakin menggunakan layanan prop firm dan mendapatkan komisi sesuai hak trader tersebut.

Kejelasan biaya

Pastikan seluruh skema biaya dijelaskan secara transparan, mulai dari biaya untuk mengikuti challenge, biaya retake jika ingin mengulang evaluasi, biaya reset ketika akun gagal atau melanggar aturan, hingga biaya add-on untuk fitur tambahan. Prop firm yang kredibel tidak menyembunyikan biaya tersembunyi dan menuliskannya dengan jelas di ketentuan mereka, termasuk:

  • Challenge, merupakan biaya awal yang dibayarkan oleh trader untuk mengikuti tahap evaluasi (challenge phase). Di fase ini, trader harus mencapai target profit dan mematuhi aturan risiko agar bisa lolos ke pendanaan. 
  • Retake, merupakan biaya yang dikenakan jika trader ingin mengulang challenge dengan akun baru tanpa membeli paket pendanaan dari nol lagi. Biasanya ditawarkan jika trader gagal namun masih dalam batas ketentuan tertentu.
  • Reset, merupakan biaya untuk mengatur ulang akun ketika trader melanggar aturan (misalnya kena max drawdown atau daily loss limit) sehingga akun dianggap gagal. Dengan reset, akun dikembalikan ke kondisi awal dan trader bisa memulai evaluasi lagi.
  • Add-On, merupakan biaya tambahan untuk fitur atau layanan ekstra, seperti menambah ukuran akun, membuka akun tambahan, mengubah tipe akun, atau fitur pendukung lain yang ditawarkan oleh prop firm.

Infrastruktur

Infrastruktur trading yang mumpuni akan sangat memengaruhi kelancaran eksekusi order. Pastikan prop firm menyediakan platform yang terpercaya, kualitas feed harga yang wajar, serta server yang stabil, terutama pada jam-jam pasar sibuk dan saat volatilitas tinggi. Secara umum, kamu bisa memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Platform Trading (MT4, MT5, cTrader, atau tools lain), cek platform apa saja yang didukung oleh prop firm. Platform populer seperti MT4, MT5, atau cTrader biasanya sudah teruji, banyak didukung indikator dan alat analisis, serta kompatibel dengan berbagai broker dan tools pihak ketiga (EA, copy trade, dan lain-lain). Semakin standar dan dikenal luas platform nya, biasanya makin mudah juga bagi trader untuk beradaptasi.
  • Kualitas feed harga, feed harga yang baik harus mencerminkan pergerakan pasar yang wajar, tidak sering mengalami spike aneh, loncatan harga tiba-tiba, atau delay yang mengganggu. Kualitas feed yang buruk bisa membuat analisis teknikal jadi tidak akurat, serta meningkatkan risiko slippage saat eksekusi order.
  • Server uptime & stabilitas eksekusi

Server uptime menggambarkan seberapa sering server prop firm dan penyedia likuiditasnya aktif tanpa gangguan. Uptime yang rendah atau server yang sering bermasalah dapat menyebabkan freeze, keterlambatan eksekusi, sampai gagal masuk/keluar posisi di momen penting, terutama saat rilis berita besar atau volatilitas meningkat. Prop firm yang serius biasanya menekankan stabilitas server dan kecepatan eksekusi sebagai salah satu nilai jual utama.

Layanan & dukungan: response CS, dokumentasi, dan dashboard metrik

Prop firm yang serius biasanya menyediakan customer support yang responsif, punya dokumentasi dan panduan yang jelas, serta dashboard metrik yang rapi untuk memantau performa trading, drawdown, dan statistik penting lainnya. Layanan yang baik akan memudahkan kamu ketika menghadapi kendala teknis atau butuh klarifikasi aturan.

Kebijakan risiko realistis: drawdown, dan daily limit selaras dengan volatilitas pasar target

Aturan risiko seperti batas max drawdown dan daily loss limit sebaiknya masih masuk akal jika diterapkan di kondisi pasar nyata. Kebijakan yang terlalu ketat bisa membuat strategi yang sebenarnya sehat dalam jangka panjang justru sulit dijalankan. Idealnya, aturan risiko melindungi modal perusahaan tanpa “mencekik” ruang gerak trader.

Ekosistem pembelajaran: mentor, jurnal, analytics, performance review

Beberapa prop firm menyediakan ekosistem pembelajaran yang membantu trader berkembang, seperti akses mentor, fasilitas jurnal trading, fitur analytics, hingga performance review. Fasilitas seperti ini akan membantumu memahami pola trading diri sendiri, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan konsistensi performa dalam jangka panjang.

Strategi Efektif Melewati Tahap Challenge dalam Prop Firm

Setelah berhasil memilih prop firm yang kredibel, tantangan berikutnya adalah lolos tahap challenge. Pada tahap ini, prop firm ingin melihat apakah kamu bisa mengelola risiko dengan baik dan menghasilkan profit secara konsisten, dan bukan sekedar tebak-tebakan beruntung. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat kamu terapkan: 

Utamakan Manajemen Resiko

Tujuan utama challenge sebenarnya adalah menguji kemampuan kamu sebagai manajer risiko, baru kemudian sebagai penghasil profit. 

  • Gunakan Risiko Per Perdagangan (RPT) yang Kecil, sebisa mungkin, batasi risiko per transaksi di kisaran 0.5% – 1% dari saldo awal akun challenge. Dengan risiko kecil, ruang yang dimiliki akan jauh lebih besar sebelum menyentuh batas daily drawdown. Contoh:  Jika akun challenge sebesar USD 100.000, maka risiko per transaksi minimal sekitar USD 500-1.000.
  • Hitung dan Jaga Buffer Daily Drawdown, selalu sadari di mana posisi batas daily drawdown (DD harian) kamu. Misalnya, batas DD harian 5% berarti pada akun USD 100.000, kamu hanya boleh mengalami kerugian maksimal USD 5.000 dalam satu hari. Jangan membuka posisi baru jika total potensi kerugian (dari stop loss seluruh posisi aktif) berpotensi mendekati atau melewati batas DD harian tersebut.
  • Waspadai Maximum Drawdown (MDD), banyak prop firm menerapkan maximum drawdown (misalnya 10%) yang sering kali bersifat trailing (mengikuti puncak ekuitas). Strateginya ialah memperlakukan batas MDD seolah-olah lebih kecil, misalnya 7–8%, agar kamu punya buffer keamanan tambahan.Untuk trader swing yang menahan posisi semalam atau beberapa hari, MDD ini sangat penting karena gap harga bisa membuat ekuitas turun tajam dalam waktu singkat.

Fokus pada Target Profit yang Realistis

Target profit challenge (misalnya 8–10%) sebenarnya dapat dicapai dengan profit kecil yang konsisten, bukan dengan satu dua transaksi berisiko besar.

  • Tetapkan Target Harian yang Masuk Akal, daripada mengejar 10% dalam hitungan beberapa hari, lebih realistis jika kamu menargetkan 0,5%–1,5% per hari. Dengan target 1% per hari, challenge 10% dapat selesai dalam sekitar 10 hari trading, tanpa harus mengambil risiko berlebihan.
  • Gunakan Risk-Reward Ratio (RRR) yang Sehat, usahakan menggunakan rasio risiko dan imbal hasil (Risk-Reward Ratio / RRR) minimal 1:1,5 atau 1:2. Hindari transaksi dengan RRR di bawah 1:1, karena pada rasio tersebut kamu membutuhkan win rate yang sangat tinggi agar hasil trading tetap positif.
  • Berhenti Trading Setelah Target Harian Tercapai, setelah target profit harian tercapai, disiplin-lah untuk berhenti trading.Salah satu penyebab paling umum kegagalan di challenge adalah overtrading, di mana profit yang sudah didapat justru habis karena beberapa transaksi impulsif di akhir hari.

Disiplin pada Aturan dan Rencana Trading

  • Gunakan Rencana Trading yang Jelas dan Tertulis, jangan pernah masuk pasar tanpa kriteria ang jelas. Tentukan terlebih dahulu instrument yang akan kamu trading-kan (utamakan pasangan atau asset yang benar-benar kamu kuasai), sesi atau jam trading utama, serta aturan entry, penempatan stop loss, dan target take profit. Prop firm ingin melihat apakah kamu mampu mengikuti rencana trading yang konsisten, bukan hanya mengandalkan feeling.
  • Hindari Trading Saat Rilis Berita Besar, banyak prop firm membatasi atau melarang posisi yang dibuka/ditutup tepat saat rilis berita berdampak tinggi (seperti NFP, data inflasi, keputusan suku bunga, dan sejenisnya). Selain alasan aturan, volatilitas ekstrem saat berita dapat menyebabkan slippage besar yang berpotensi membuat kamu langsung menyentuh batas daily drawdown.
  • Kurangi Frekuensi, Tingkatkan Kualitas

Lebih baik mengambil 1–2 setup berkualitas tinggi per hari, daripada menembak ke segala arah dengan banyak transaksi berisiko rendah tapi tidak jelas kualitasnya. Fokus pada setup dengan probabilitas tinggi yang benar-benar sesuai rencana trading kamu.

Siapkan Mental dan Psikologi

Selain aspek teknis, faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan di challenge.

  • Kendalikan ekspektasi, anggap challenges sebagai ujian kedisiplinan dan manajemen risiko, bukan jalan pintas untuk cepat mendapat uang besar.
  • Perlakukan akun challenge seperti akun live pribadi, meskipun secara teknis akun simulasi, bersikaplah seolah-olah modal di dalamnya adalah uang kamu sendiri. Ini membantu kamu lebih berhati-hati dan tidak gegabah.
  • Evaluasi setiap kerugian, setelah mengalami loss, hindari revenge trading. Luangkan waktu untuk jeda, meninjau kembali alasan masuk posisi, dan baru kembali trading ketika kondisi mental sudah lebih tenang.

Kesimpulan

Prop firm memberikan peluang besar bagi trader untuk mengakses modal yang lebih besar tanpa harus menanggung risiko kehilangan dana pribadi. Namun peluang ini datang bersama tanggung jawab dan aturan yang ketat. Karena itu, memahami bagaimana prop firm bekerja, apa saja risiko dan biayanya, serta bagaimana memilih perusahaan yang kredibel menjadi langkah penting sebelum bergabung.

Selain memilih prop firm yang tepat, trader juga perlu membangun disiplin, manajemen risiko yang kuat, dan rencana trading yang konsisten untuk dapat melewati tahap challenge dan memanfaatkan pendanaan secara optimal. Dengan persiapan yang baik dan pendekatan yang realistis, prop firm dapat menjadi sarana bagi trader untuk meningkatkan performa sekaligus membuka peluang profit yang lebih besar.

Pada akhirnya, kesuksesan dalam prop trading tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh mentalitas, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola risiko. Jika semua elemen ini berjalan selaras, trader memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan mencapai hasil yang berkelanjutan di dunia trading profesional.

Michelle
Content Writer Intern | + posts

Hey there, lovely people! It's Michelle here~ I have a passion for writing fictional stories and creating content in my free time. Currently, I'm diving deep into the world of storytelling, constantly learning and exploring new horizons!

Bare with me, guys!

Scroll to Top